Hanya Bermodal Tali Rafia Dan Balok Kayu Sebagai Pembatas Lintasan,DragRace Tak Steril Berujung Maut :16 Korban,6 Orang Meninggal Dunia

Bolmong Raya 09 Aug 2026 20:49 2 min read 119 views By Lukman Mokodompit
Hanya Bermodal Tali Rafia Dan Balok Kayu Sebagai Pembatas Lintasan,DragRace Tak Steril Berujung Maut :16 Korban,6 Orang Meninggal Dunia
Hanya Bermodal Tali Rafia Dan Balok Kayu Sebagai Pembatas Lintasan,DragRace Tak Steril Berujung Maut :16 Korban,6 Orang Meninggal Dunia

KOTAMOBAGU, 9 AGUSTUS 2026 — Musibah mencekam menimpa ajang balap atau drag race yang digelar di kelurahan upay kecamatan kotamobagu utara dan tanpa standar keamanan memadai. Pembatas lintasan yang hanya terbuat dari tali rafia dan balok kayu nyatanya tak mampu menjaga jarak aman, sehingga lintasan terlihat tidak steril dan terbuka bahaya. Akibat kelalaian tersebut, tercatat 16 orang menjadi korban, di mana 6 di antaranya dikabarkan meninggal dunia.

 

Peristiwa nahas itu terjadi ketika salah satu kendaraan peserta kehilangan kendali saat melaju kencang. Pembatas yang hanya berupa ikatan tali rafia dan potongan kayu balok sama sekali tidak mampu menahan laju kendaraan tersebut. Kendaraan pun menabrak pembatas lalu meluncur bebas ke arah kerumunan penonton yang memadati pinggir jalur.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelenggara kegiatan ternyata hanya mengandalkan tali rafia dan balok kayu sederhana sebagai pemisah lintasan balap dengan area penonton. Tidak ada pagar pengaman, penyangga kuat, maupun petugas keamanan yang cukup untuk mengatur jarak aman. Akibatnya, batasan yang dibuat terlihat sangat rapuh dan lintasan sama sekali tidak steril dari keberadaan orang-orang di pinggir jalur.

 

Saat kecelakaan terjadi, tali rafia putus seketika dan balok kayu terlempar, sehingga penonton yang berdiri terlalu dekat dengan lintasan tak memiliki perlindungan sama sekali. Enam orang tewas seketika di lokasi kejadian, sementara sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan intensif.

 

Kapolres setempat yang tiba di lokasi menyayangkan kelalaian fatal penyelenggara. "Pembatas hanya berupa tali rafia dan kayu balok. Sangat tidak layak dan berbahaya. Lintasan tidak steril, penonton berdiri terlalu dekat. Ini adalah kelalaian yang sangat merugikan dan memakan korban jiwa," tegasnya.

 

Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian dan meminta pihak penyelenggara untuk dimintai pertanggungjawaban. Kegiatan tersebut terbukti tidak memenuhi syarat keselamatan dasar. Penyelenggara akan diproses secara hukum atas kelalaian yang menyebabkan kematian dan luka-luka belasan orang. Saat ini masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian Dan Pihak panitia penyelenggara. 

 

 

(Laporan: Tim Redaksi)

Lukman Mokodompit

Recent Articles